
Pada hari Selasa, Mahkamah Agung Arizona memberlakukan kembali undang-undang th. 1864 yang melarang hampir semua aborsi di negara bagian tersebut.
Undang-undang berusia 160 th. – yang mendahului Arizona jadi negara bagian Amerika – menunjukkan bahwa melaksanakan aborsi sanggup dihukum dua hingga lima th. penjara, kecuali kecuali nyawa ibu terancam.
Sejak itu keluar pertanyaan berkenaan apa berarti bagi legalitas aborsi di Arizona sekarang dan di jaman depan. Ketika sedang bosan bermain game online juga merupakan salah satu metode terbaik untuk mengisi waktu luangmu ketika sedang bosan. Nah, di GardaJP banyak sekali games yang bisa kamu coba dan dijamin pastinya aman ya guys.
Ada lebih dari satu perihal yang masih belum pasti, tetapi inilah yang kami ketahui:
Apa hukum th. 1864?
Undang-undang tersebut, yang disahkan sebelum saat Arizona jadi negara bagian pada th. 1912, melarang aborsi sejak selagi pembuahan, kecuali kecuali dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa ibu. Perjanjian ini tidak mengimbuhkan pengecualian pada persoalan pemerkosaan atau inses.
Berdasarkan undang-undang ini, siapa pun yang membantu atau membantu aborsi sanggup dihukum bersama dengan denda dan hukuman penjara “tidak kurang dari dua th. atau lebih dari lima tahun”. Bahasa mirip sesudah itu dikodifikasi ke dalam KUHP Arizona.
Keputusan Mahkamah Agung th. 1973 dalam persoalan Roe v Wade, yang memutuskan hak aborsi secara nasional, berarti undang-undang tersebut tidak ditegakkan sepanjang hampir 50 tahun. Sejak pengadilan membatalkan keputusan tersebut pada th. 2022, pendukung dan penentang aborsi di Arizona sudah bertengkar berkenaan apakah keputusan th. 1864 sanggup diterapkan kembali.
Apa isi putusan itu?
Dalam keputusan 4-2, Mahkamah Agung Arizona menulis bahwa sebab Roe sudah dibatalkan, undang-undang th. 1864 “sekarang sanggup ditegakkan”.
Para hakim – semuanya dicalonkan oleh gubernur Partai Republik – terhitung mencatat bahwa badan legislatif negara bagian tidak menanggung hak untuk melaksanakan aborsi saat mereka mengeluarkan larangan aborsi sepanjang 15 minggu pada th. 2022.
“Dokter sekarang tahu bahwa semua aborsi, kecuali aborsi yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa perempuan, adalah ilegal,” tulis mereka.
Apakah masih barangkali melaksanakan aborsi di Arizona?
Prosedurnya sudah tersedia dan legal di negara bagian tersebut hingga usia kehamilan 15 minggu.
Ketersediaan ini sekarang dalam bahaya. Namun masih mesti dicermati kapan dan bagaimana perihal ini dapat dibatasi.
Pengadilan Arizona menerapkan kembali undang-undang larangan aborsi sejak th. 1864 Pengadilan sudah menunda undang-undang tersebut sepanjang 14 hari dan mengirim persoalan tersebut kembali ke pengadilan yang lebih rendah untuk mendengarkan argumen tambahan berkenaan konstitusionalitasnya. Selain itu, tersedia jangka selagi 45 hari sebelum saat penegakan hukum.
Dan tersedia pertanyaan lebih lanjut berkenaan bagaimana otoritas negara dapat menanggapinya. Tahun lalu, Gubernur Arizona Katie Hobbs, seorang Demokrat, mendelegasikan wewenang penuntutan perihal aborsi kepada Jaksa Agung Kris Mayes.
Mayes, terhitung seorang Demokrat, menyatakan dia tidak dapat mengadili warga Arizona sebab melaksanakan atau melaksanakan aborsi – sebuah sikap yang dia tegaskan minggu ini, menyebut undang-undang tersebut “kejam” dan “penghinaan pada kebebasan”.
Bagaimana bersama dengan di negara bagian lain?
Itu tergantung pada negara bagian.
Sejak Roe digulingkan, dukungan federal pada aborsi sudah dibatalkan dan perselisihan hukum dan legislatif yang sengit sudah terjadi di tingkat negara bagian. Hal ini menciptakan peta yang terfragmentasi berkenaan wilayah mana prosedur tersebut legal dan sanggup diakses di AS.
Beberapa negara bagian kini menerapkan larangan keseluruhan pada aborsi, terhitung Texas, Oklahoma, dan Arkansas.
Di negara bagian lain, seperti Florida, terjadi pembicaraan sengit berkenaan legalitas aborsi. Undang-undang Florida mengizinkan prosedur ini hingga usia kehamilan 15 minggu, tetapi Gubernur Ron DeSantis mendorong agar jangka selagi tersebut dipersingkat jadi enam minggu.
Sementara itu, sebuah inisiatif pada pemungutan suara bulan November dapat bertanya apakah Konstitusi negara bagian mesti diamandemen untuk menanggung hak atas aborsi.
Langkah tersebut, yang sanggup membatalkan semua larangan aborsi di Florida, butuh persetujuan 60% agar sanggup disahkan.
Negara bagian lain sudah berhasil memasukkan akses aborsi ke dalam konstitusi mereka sejak pembalikan kebijakan Roe, seperti Colorado, Kansas, dan Michigan.
Akankah undang-undang th. 1864 dibatalkan?
Hal ini masih mesti dilihat, tetapi kemungkinannya besar.
Berdasarkan pendapat mayoritas, para hakim menunjukkan bahwa “masalah kebijakan yang terlampau perlu ini pada kelanjutannya mesti diselesaikan oleh warga negara kami lewat badan legislatif atau proses inisiatif.”
Hal ini menempatkan keputusan di tangan legislator negara bagian, yang sanggup membatalkan larangan tersebut. Selain terpercaya GardaJP juga sudah banyak dimainkan orang loh! ayo ikutan dan jangan sampai ketinggalan serunya.
Hal ini terhitung membuka barangkali bagi para pemilih untuk memutuskan persoalan ini pada bulan November, kecuali group hak aborsi di Arizona berhasil mengajukan pertanyaan tersebut dalam pemungutan suara.
Originally posted 2024-04-11 08:08:30.